Top

Keluarga Sehat, Liburan ke Tretes Kami Selamat

Apa sih yang paling ditakutkan oleh orang yang sudah merencanakan sebuah liburan jauh-jauh hari? Benar yaitu jika dia sendiri atau salah satu anggota keluarganya jatuh sakit. Itulah sebabnya saya selalu deg-degan menjelang satu minggu sebelum acara liburan dimulai. Kejadian ini saya alami sendiri akhir November 2017 lalu saat berencana akan berlibur ke Tretes. Bisa dikatakan baru pertama kali inilah saya, istri, dan si kecil berlibur dengan durasi cukup lama (4 hari) dan cukup jauh dari rumah. Selama ini jika berlibur tak lebih dari quick escape, berangkat pagi dan malam sudah tiba kembali di rumah. Sebenarnya quick escape bukanlah sesuatu yang menyenangkan karena hanya bikin capek dan justru lebih banyak menghabiskan waktu di jalan daripada di tempat wisata. Itulah sebabnya akhir November lalu kami berencana berlibur ke Tretes. Sesungguhnya momen itu bukanlah sekedar acara jalan-jalan atau berwisata semata tetapi ada acara lain yaitu lomba ketangkasan yang harus saya ikuti. Tiket lomba ketangkasan nan mahal pun sudah berada di tangan saya yang sudah saya beli beberapa bulan sebelumnya. Jadi acara liburan saat itu mirip peribahasa, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui.

Sebulan sebelumnya, saya sudah memesan tiket hotel dan kereta api.  Saya juga sudah mengisi saldo ojek online buat persiapan jika tidak menemukan angkutan umum. Seminggu sebelum berangkat semua pakaian termasuk snack juga sudah dimasukkan ke dalam dua buah tas besar. Pokoknya kami semua sudah sangat siap untuk berangkat berlibur. Akan tetapi rupa-rupanya apa yang saya takutkan akan menjadi kenyataan. Cuaca bulan November yang sangat basah membuat daya tahan tubuh istri saya menurun. Dia sepertinya sedang menunjukkan gejala akan terkena flu. Langsung saya pikiran macam-macam pun bermunculan di kepala saya. Bagaimana jika sampai acara liburan ini batal? Yang pertama sudah sangat jelas tiket lomba ketangkasan saya akan hangus. Ini jelas bukan berita bagus karena harganya yang lumayan mahal. Apalagi event ini baru kali ini diselenggarakan di Jatim sehingga saya tidak perlu mengeluarkan ongkos transport yang besar jika lomba diselenggarakan di luar Jatim. Yang kedua tiket hotel yang sudah saya pesan lewat aplikasi bakalan hangus dan jumlahnya juga tidak kecil. Yang ketiga tiket kereta api sama saja nasibnya pasti akan hangus. Yang keempat sudah pasti akan mengecewakan si kecil karena si kecil sudah lama sekali mengharapkan bisa berlibur bersama-sama kami. Benar-benar sebuah gambaran buruk.

Jelang 3 hari dari hari H, istri saya cuma tiduran di atas kasur dengan hidung meler dan selalu mengeluhkan kepala pusing. Istri saya termasuk orang yang pelit banget minum obat jadi walaupun sakit dia selalu menolak minum obat. Pernah dia mau minum obat tetapi ternyata cuma berpura-pura saja. Semua obat yang sudah saya berikan ternyata hanya disimpan di bawah bantalnya. H-2 istri belum juga bisa bangun dari ranjang dan bersamaan dengan itu level kecemasan saya semakin memuncak tetapi saya tetap tidak bisa membujuknya untuk minum obat. H-1 waktu semakin mepet dan saya sudah pasrah jika rencana liburan yang sudah lama ditunggu-tunggu akan gagal total. Malam hari menjelang tidur sekali lagi saya membujuk istri supaya minum obat dan mungkin entah karena dia sudah tidak tahan dengan flu yang dideritanya atau sudah bosan tiduran di atas ranjang atau entah sudah malas mendengar rayuan dan rengekan saya agar dia mau minum obat, dia akhirnya mau minum juga. Cuma masalahnya adalah saya tidak punya obat flu! Skenarionya sih sebenarnya kalau istri mau minum obat maka saya akan segera membelinya di warung sebelah tetapi berhubung saat itu sudah malam mana ada warung buka? Akan tetapi saya ingat jika ibu saya punya stok obat-obatan di kulkas. Ibu saya memang sering sakit dan keluar masuk klinik maka beliau punya koleksi obat yang lumayan banyak. Saya pun segera membongkar stok obat ibu saya dan voila saya menemukan Mixagrip. Kemasan kertasnya sudah agak lecek karena rupanya sudah agak lama tetapi kemasan aluminium foilnya masih bagus. Saya baca tanggal expired-nya masih cukup lama. Akhirnya obat ini saya berikan kepada istri buat diminum dan saya pastikan benar dia memang meminumnya. Setelah itu saya cuma berharap semoga besok pagi ada keajaiban. 

Pagi pun datang tanpa terasa. Rupa-rupanya Mixagrip telah membuat istri saya bisa tidur nyenyak (termasuk saya yang tidak terganggu olehnya). Berbeda dengan dua hari sebelumnya dimana dia sering terbangun malam-malam karena tidak nyaman tidur. Apakah pagi itu ada keajaiban? Saya masih belum bisa memastikannya karena saya buru-buru shalat subuh. Usai shalat saya masih tidak tahu hari itu akan jadi seperti apa. Untuk menghabiskan waktu saya coba membuka-buka media sosial di ponsel. Tak lama berselang istri pun bangun dan dia pun cepat-cepat shalat subuh. Selesai shalat dia duduk di samping saya dan mengatakan hal yang membuat hari itu mendadak menjadi penuh kepastian dan menghapus semua bayangan buruk saya. Betul bahwa istri saya merasa lebih baik walaupun belum sembuh 100%. Saya benar-benar bersyukur dan spontan saya pun segera membangunkan si kecil agar bersiap-siap berangkat liburan. Pukul 9 pagi pun kami sudah berangkat ke stasiun.

Pukul 12 kami tiba di stasiun Bangil dalam cuaca sangat panas terik. Saya mencoba melihat ke arah selatan dimana wilayah Tretes berada. Ada mendung kelabu di kejauhan. Berarti saya harus mencoba secepat mungkin tiba di sana. Rupa-rupanya angkutan umum yang menuju Tretes sangat langka. Akhirnya terpaksa saya memesan ojek online dan begitu memasuki Pandaan mendung tebal menggantung. Saat memasuki Tretes pun hujan deras mengguyur. Sialnya ojek saya tidak membawa jas hujan. Hawa dingin pegunungan dan hujan benar-benar membuat tubuh saya serasa beku. Untungnya ojek istri dan si kecil membawa jas hujan. Selama berlibur di Tretes 4 hari kami digempur hujan habis-habisan. Begitu lewat pukul 12 hujan pun mengguyur sampai malam. Kami hanya memiliki sedikit waktu menjelajahi wisata yang ada yaitu air terjun Kakek Bodo padahal sebenarnya masih banyak obyek wisata menarik lainnya. Akan tetapi meskipun sebentar kami memiliki kenangan indah bersama yang takkan pernah kami lupakan sampai kapanpun juga. Selama berada di Tretes saya selalu membawa Mixagrip untuk berjaga-jaga jika istri atau saya terkena flu di tengah hempasan cuaca buruk. Syukurlah kami selalu sehat hingga kami pulang ke rumah. Semua itu salah satunya berkat Mixagrip yang ampuh melawan flu. Coba kalau saat itu istri saya masih menolak minum Mixagrip, bisa jadi liburan kali ini hanya akan tinggal mimpi selamanya.

#CeritaSamaMixagrip
Susilo Ahmadi
susiloahmadi@hotmail.com