Top
Hobi

PERAN COCOKKU SEBAGAI PEMUDA INDONESIA DALAM MEMBANGUN BANGSA

Terlahir sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah anugerah yang terbesar dari Allah SWT. Hidup dan bertumbuh besar sebagai anak bangsa yang memiliki negeri dengan banyak sumber daya yang ada membuatku merasa sangat beruntung. Sempat terbetik dalam hati kecilku, “Apa yang sudah saya berikan untuk tanah airku ini?” Siapalah saya yang mampu memberikan peran di masyarakat? Kalaupun bisa, akankah berdampak besar peran tersebut?

Ketika membaca profil para pendiri negeri ini, selalu terbayang betapa hebatnya mereka. Sebut saja Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Muh. Yamin dan sebagainya. Namun terkadang muncul sikap pesimisme dalam diri saya, “Siapalah saya?” ketika bercermin pada figur-figur diatas. Hingga suatu hari pernah saya mendapatkan nasihat berharga dari kakak senior saya di kampus dan nasihat itu masih sangat membekas hingga sekarang, bahwa kamu tidak perlu menunggu menjadi besar untuk memberikan arti bagi negeri ini, tapi lakukanlah sekecil apapun peranmu untuk kemajuan bangsa ini. Maka sejak saat itu, saya membulatkan tekad untuk dapat berdampak positif bagi negeri ini.

Alhamdulillah saya dikaruniai Allah SWT untuk dapat menjalani profesi sebagai seorang dokter. Profesi yang katanya sangat dinanti keberadaannya. Peran dokter di masyarakat sebagai bagian dari tenaga kesehatan memang sangat vital dan mutlak diperlukan di seluruh lingkup kehidupan masyarakat, karena menjadi sehat merupakan hak dasar tiap-tiap warga negara yang harus dijamin oleh negara.   Menyadari akan pentingnya peranku ditengah masyarakat, saya bersama teman-teman pernah melakukan suatu terobosan dalam kegiatan Prolanis di puskesmas Karanggedang Kabupaten Kebumen, yang selanjutnya kami sebut “Prolanis Plus” Sebelumnya kegiatan prolanis masih dipandang sebelah mata oleh banyak masyarakat disana. Hal ini dikarenakan kegiatan yang ada sangatlah kurang menarik untuk diikuti dan terkesan hanya bersifat formalitas saja. Masyarakat sempat mengeluhkan bahwa mereka tidak menjadi lebih baik dalam proses menuju kesembuhan serta pengetahuan mereka tentang pola hidup sehat masih sangat terbatas. Saat itu saya dan teman-teman tertantang untuk membuat sebuah inovasi untuk mentransformasi program yang tadinya biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang unik dan berbeda. Maka dengan dibimbing oleh senior di puskesmas tersebut, kami berdiskusi dan banyak tertukar pikiran tentang terobosan apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Ada banyak ide yang ditelurkan dari diskusi kami, utamanya kami akan membenahi sistem penjaringan, kreativitas isi program, dan juga tambahan edukasi kepada masyarakat, serta penting untuk melibatkan aspek ruhani sebagai bagian holistik penanganan pasien.

Sejak saat itu, mulailah kami secara detail dan teliti mendata tiap-tiap masyarakat yang belum terjaring untuk dapat ikut terlibat dalam program ini. Kami datangi door to door untuk membujuk mereka supaya mau berperan serta dalam kegiatan kami. Medan jalan di lingkup area puskesmas kami sangatlah sulit, dikarenakan puskesmas mencakup daerah berbukit-bukit dan sangat terjal, juga kontur jalan yang masih sangat jelek. Selanjutnya, dengan kreativitas ala pemuda, kami mulai membenahi susunan acara dan kegiatan prolanis menjadi lebih fresh dan menarik, terbukti sejak saat kami modifikasi dengan acara menarik berupa senam kebugaran lansia, pengecekan darah dan pengobatan, games ringan yang menghibur, serta adanya sesi penyuluhan dengan materi yang mudah dimengerti oleh masyarakat membuat mereka menjadi semakin aktif mendatangi kegiatan ini. Banyak terstimoni bahwa mereka sangat merasakan banyak perubahan positif dalam diri mereka. Sebagai tambahan bahwa kami juga selalu melibatkan aspek religius sebagai salah satu terapi yang juga penting untuk kesembuhan pasien, karena rata-rata pasien kurang sabar dalam menghadapi sakit kronis yang dideritanya. Peran lain yang pernah dan sedang saya lakukan untuk masyarakat adalah aktifnya saya dalam kegiatan sosial berupa kegiatan bakti sosial yang diadakan rutin dan berpindah-pindah di bawah naungan sebuah lembaga sosial di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Padatnya aktivitas membuat daya tahan tubuh saya cepat lelah dan mudah terserang virus, salah satu penyakit  yang sering saya alami adalah flu dan batuk, sehingga saya merasa perlu untuk selalu membawa MIXAGRIP dalam tasku, karena buat saya Mixagrip sudah terbukti COCOK untuk mengatasi gejala flu dan batuk.

Saya merasa perlu melibatkan diri dalam berbagai kegiatan ini untuk mengaplikasikan ilmu dan skill yang saya miliki agar dapat berdampak di masyarakat. Pernah suatu ketika saya ditugasi untuk menjadi tim kesehatan bakti sosial di sebuah lereng gunung di daerah Kabupaten Wonogiri tepatnya di kecamatan Pracimantoro yang terkenal sangat tertinggal baik secara geografis maupun ketersediaan layanan kesehatan. Saat sampai disana, saya merasakan betul betapa kegiatan sosial seperti ini merupakan suatu hal yang mahal dan sangat ditunggu masyakarat. Agak miris memang saat berfikir bahwa jika yang disini saja sudah sangat kekurangan tenaga medis lalu bagaimana dengan saudara sebangsa kita yang berada di pelosok Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan sebagainya? Tentulah mereka juga memiliki hak yang sama namun belum terpenuhi secara maksimal

Maka dari itulah, muncul keinginan dalam diri saya bahwa saya harus bisa berdampak bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Sehingga saya ingin menjadi seorang dokter spesialis yang dengannya saya bisa memberikan manfaat yang lebih besar jika dibandingkan dengan peran yang saat ini saya lakukan. Saya sadar betul bahwa di luar sana masih banyak daerah-daerah yang belum memiliki tenaga ahli di bidang kesehatan utamanya dokter spesialis, khususnya dokter spesilais penyakit dalam. Karena banyaknya kasus dan tingginya insidensi penyakit yang menjangkiti, maka ketersediaan sumber daya manusia berupa dokter-dokter spesialis penyakit dalam mutlak diperlukan. Maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan kesehatan bangsa ini.

Ditulis oleh : Irfan Jauhari - jauhariirfan2000@gmail.com

#CeritaSamaMixagrip