Top
Kata Dokter

SuperUser Account
/ Categories: Kata Dokter

MENILAI TINGKAT KEPARAHAN INFEKSI SALURAN NAFAS (ISPA)

Selesma merupakan penyakit yang sangat umum, kebanyakan orang mengalami lebih dari satu kali dalam setahun.  Dapat menular dari satu orang ke orang lain dalam kegiatan sehari-hari, misalnya menyentuh mata atau hidung  setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh virus, atau berjabat tangan dengan orang yang terkena selesma, orang dapat menyebarkan virus sebelum mereka memiliki gejala atau bahkan belum menyadari bahwa mereka sedang selesma. Untuk selesma sendiri tidak ada vaksinnya, berbeda dengan influenza. Pengobatan  difokuskan pada mengurangi gejala saat tubuh selesma, demam dan sakit kepala dapat diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen. Semprotan hidung saline dan dekongestan dapat membantu mengatasi hidung tersumbat. Minum banyak cairan dan istirahat memungkinkan tubuh pulih lebih cepat.

Lembaga kesehatan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat mengeluarkan peraturan di airport, dimana jika seorang penumpang megalami gejala selesma harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut saat itu juga  untuk memastikan tidak masuknya virus berbahaya ke negara tersebut. Mereka juga merekomendasikan bahwa jika seseorang sedang  sakit selesma sebaiknya istirahat di rumah dan menghindari perjalanan setidaknya 24 jam setelah demam.

Kita dapat membantu mengurangi risiko terkena selesma dengan cara:

  • Cuci tangan dengan teratur menggunakan sabun dan air. Cuci selama 20 detik, dan bantu anak-anak melakukan hal yang sama. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Virus dapat hidup di tangan, dan mencuci tangan secara teratur dapat membantu melindungi kita dari sakit.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci. Virus  dapat masuk ke tubuh dengan cara ini dan membuat sakit.
  • Jauhi orang-orang yang sakit. Orang yang sakit dapat menyebarkan virus biasa melalui kontak dekat dengan orang lain.

Cara Melindungi Orang Lain, jika mengalami selesma , ikuti kiat-kiat ini untuk membantu mencegah penyebarannya kepada orang lain:

  • Lebih baik tetap di rumah saat sakit
  • Hindari kontak dekat dengan orang lain, seperti memeluk, mencium, atau berjabat tangan
  • Menjauh dari orang-orang sebelum batuk atau bersin
  • Batuk dan bersin ke dalam tisu kemudian buang, atau batuk dan bersin ke lengan baju bagian atas, tutupi mulut dan hidung sepenuhnya
  • Cuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus
  • Disinfeksi permukaan yang sering disentuh, dan benda-benda seperti mainan dan gagang pintu

ISPA, termasuk selesma dan influenza, jadi beban ekonomi yang besar pada individu dan masyarakat. Mengetahui tingkat keparahan penyakit diperlukan untuk menentukan kemajuan terapi yang diberikan. Beberapa penelitian dilakukan untuk menilai tingkat keparahan dengan pengukuran yang dilaporkan sendiri dan berdasarkan laboratorium. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan , dimana jika pengukuran yang dilaporkan sendiri walaupun murah dapat menimbulkan bias, sedangkan yang berbasis laboratorium biasanya mahal. Oleh karena itu, para peneliti di Negara Bagian Wisconsin Laboratorium Hygiene melakukan penelitian dengan biaya yang relatif murah dan mudah dikelola, yang dikenal sebagai Nasal Mucus Index (NMI). Dengan metode ini didapatkan data pengukuran obyektif dan subjektif, metode ini ternyata efektif dan dapat menjadi indikator untuk menilai tingkat keparahan infeksi saluran pernafasan yang terjadi.

Previous Article REVIEW OBAT FLU
Print
135 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

x