Top
Kata Dokter

SuperUser Account
/ Categories: Kata Dokter

MENYIKAPI FLU SAAT IBADAH PUASA

Berpuasa di bulan Ramadhan, adalah salah satu dari lima ibadah wajib umat Muslim, dimana umat Muslim harus menjauhkan diri dari kebiasaan dan perilaku tertentu, menahan diri untuk makan, minum, dan merokok dari fajar hingga matahari terbenam. Selain perubahan dalam pola makan dan minum, pola tidur umat Muslim juga berubah selama Ramadhan. Meskipun ada beberapa pengecualian saat puasa, banyak pasien Muslim yang memiliki kondisi medis akut atau kronis masih memilih untuk berpuasa. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka jika tidak ditangani dengan benar. Beberapa pasien mungkin tidak terlalu memahami  efek dari kondisi  medis dan prosedur medis yang sedang mereka jalani, sehingga mereka memerlukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai  kelayakan kondisi mereka untuk bisa menjalani puasa atau tidak.


Berpuasa di bulan Ramadhan dapat meningkatkan kesehatan rohani dan fisik. Beberapa manfaat termasuk memperkuat kepercayaan dengan Pencipta, dan bisa menjadi refleksi diri dan penghargaan atas berkat Allah, mengingat dan membantu orang yang membutuhkan, dan belajar mengendalikan diri. Banyak juga menganggap bulan suci ini sebagai kesempatan besar untuk membuat perubahan yang sehat pada gaya hidup mereka, jika dilakukan dengan benar, dalam mengendalikan nafsu makan dan diet seimbang, yang dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, Ramadhan dapat menjadi waktu yang ideal bagi banyak individu untuk berhenti merokok.

Dalam Islam, ada beberapa alasan untuk dimaklumkan tidak menjalankan puasa Ramadhan, termasuk anak-anak, wanita selama periode menstruasi atau pendarahan setelah melahirkan, pelancong, wanita hamil atau menyusui yang percaya berpuasa selama berjam-jam dapat menyebabkan kerusakan pada diri mereka sendiri atau bayi mereka, orang tua yang tidak dapat mentoleransi puasa, orang cacat mental dan orang sakit yang berpuasa akan memperburuk kondisi mereka. Namun, banyak pasien yang menderita penyakit kronis memilih untuk berpuasa tanpa konsultasi dengan dokter , akibatnya komplikasi serius dapat terjadi.

Menjalankan puasa saat menderita flu juga memiliki tantangan sendiri, sehingga sangat tergantung dari parahnya flu yang terjadi. Karena flu merupakan penyakit akibat virus sehingga tidak memerlukan antibiotik yang harus dikonsumsi rutin dan harus dihabiskan. Pengobatan flu bersifat simptomatik artinya pengobatan sesuai gejala yang terjadi. Biasanya flu terdapat gejala demam, sakit kepala, pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat dan batuk. Obat yang diberikan merupakan penurun panas, penghilang nyeri, pereda batuk, yang berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat dan antihistamin untuk mengatasi bersin-bersin. Semua obat tersebut dapat dikonsumsi saat sahur dan saat berbuka,  dengan demikian diharapkan gejala flu tidak akan mengganggu saat puasa. Yang perlu diperhatikan lagi jika mengalami flu saat harus menjalankan ibadah puasa adalah memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Asupan makanan yang seimbang dan kaya nutrisi dapat membantu meningkatan daya tahan tubuh sehingga mempercepat pemulihan dari flu. Sebaiknya hindari makanan yang bersifat merangsang tenggorokan dan saluran cerna seperti makanan berminyak dan berbumbu tajam atau pedas. Untuk minuman hindari minuman yang terlalu manis dan dingin / es. Makanan dan minuman tersebut dapat memperparah kondisi yang ada. Istirahat yang cukup saat flu sangat diperlukan apalagi jika terjadi saat bulan Ramadhan, dimana jam bangun dan tidur seringkali mengalami perubahan. Pemanfaatan waktu sebaik mungkin untuk bisa mengambil istirahat diantara kesibukan perlu diupayakan sehingga walaupun flu sedang menyerang namun ibadah puasa tetap lancar dan menjadi berkah.


 

Previous Article WASPADA FLU DI MUSIM PANCAROBA
Print
173 Rate this article:
4.0

Please login or register to post comments.

x