Top
Kata Dokter

SuperUser Account
/ Categories: Kata Dokter

FLU, PILEK ATAU SINUSITIS?

Flu, pilek, dan sinusitis memiliki gejala yang hampir sama, sehingga orang sering kali tidak dapat membedakannya. Mata berair, bersin-bersin, dan hidung tersumbat merupakan gejala yang umum terjadi jika seseorang terkena flu, pilek, ataupun sinusitis, walaupun secara umum, gejala pilek lebih ringan daripada flu dan sinusitis. Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan dari ketiga penyakit tersebut, mari kita simak penjelasan dr. Helmin A. Silalahi, Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk. di bawah ini.


Saat seseorang mengeluh tidak enak badan, pilek, hidung tersumbat biasanya kita menyebutnya sedang sakit flu. Sebenarnya jika gejalanya tidak terlalu berat mungkin diagnosisnya bukan flu, melainkan pilek. Flu dan pilek memiliki gejala yang mirip namun gejala flu biasanya lebih berat. Seseorang disebut sedang menderita flu jika mengalami infeksi virus influenza, sedangkan pilek timbul akibat infeksi lebih dari 100 jenis virus. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, sehingga tidak membutuhkan antibiotik untuk penyembuhannya. Daya tahan tubuh yang baik perlu dijaga untuk mencegah komplikasi, sedangkan untuk mengatasi gejalanya diberikan terapi simptomatik (mengatasi sesuai gejala) seperti obat penurun panas, pereda nyeri, dekongestan nasal untuk melonggarkan hidung, antihistamin untuk mengatasi bersin-bersin dan obat batuk jika ada batuk. Biasanya flu maupun pilek akan sembuh dalam 7 hari.

Tidak jarang seseorang hanya mengalami pilek atau bersin-bersin saja tanpa disertai demam dan gejala flu lainnya, apakah ini dapat dikategorikan sebagai flu atau pilek? Hal ini perlu ditanyakan lebih lanjut mengenai timbulnya pilek apakah dicetuskan oleh terpaparnya penderita dengan bahan tertentu seperti debu, udara dingin, asap, dll. Jika pilek timbul akibat paparan terhadap bahan tertentu biasanya ini akibat alergi, untuk memastikan bahan alergennya dianjurkan untuk melakukan tes alergi ke dokter, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan. Untuk pengobatan akan diberikan anti alergi.

Gangguan saluran pernafasan lain yang sering kali terjadi adalah sinusitis, yaitu peradangan pada rongga sinus. Gejalanya berupa pilek, sumbatan saluran nafas, sakit kepala, demam, nyeri pada pipi (rongga sinus), gangguan penciuman dan dapat disertai batuk. Hal ini biasanya disebabkan adanya gangguan anatomi sinus sehingga memudahkan terjadinga gangguan di sinus, sehingga jika seseorang menderita flu atau alergi , seringkali sinusnya juga ikut meradang sehingga memperparah sakit flu yang ada. Jika sudah demikian pengobatannya harus lebih kompleks dan biasanya diperlukan antibiotik. Untuk membantu menegakkan diagnosis selain informasi mengenai gejala-gejala yang dialami, perlu dilakukan foto rontgent untuk memastikan kondisi sinus. Sinus yang kotor biasanya harus dibersihkan dengan melakukan irigasi sinus, jika sudah berat biasanya dianjurkan untuk operasi sinus.

Untuk semua jenis penyakit sebenarnya dapat dicegah, secara umum untuk gangguan saluran pernafasan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan pribadi melalui sering mencuci tangan terutama sesudah menggunakan fasilitas umum, menjaga kebersihan/sirkulasi udara yang baik di ruangan/tempat tinggal, dan menghindari kontak langsung dengan seseorang yang sedang menderita infeksi.

Dari informasi di atas, kita mengetahui bahwa gangguan pernapasan memiliki gejala-gejala yang mirip namun diagnosisnya bisa berbeda. Ada flu, pilek, alergi, dan sinusitis, yang masing-masing memiliki penyebab dan pencetus yang berbeda sehingga pencegahan dan pengobatannya juga perlu disesuaikan dengan jenis penyakitnya. 

Previous Article PERLUKAH MINUM ANTIBIOTIK KETIKA FLU?
Next Article WASPADA FLU DI MUSIM PANCAROBA
Print
346 Rate this article:
5.0

Please login or register to post comments.

x